08
Jun
08

Laporan Hasil Pertandingan Piala Eropa 2008/ Euro 2008

Semi Final

26 Juni 2008

Spanyol vs Rusia

(3 – 0)

(Xavi, 50, Daniel Guiza, 73, David Silva, 82)

Vienna – Ernst Happel Stadion

Spanyol membekuk kuda hitam Rusia, tiga gol tanpa balas dalam pertandingan semi final Euro2008 semalam. Partai ulangan di penyisihan grup D, dimana waktu itu Spanyol juga berhasil membantai Rusia dengan skor yang juga telak, 4 – 1. Namun Rusia menunjukkan grafik permainan yang meningkat sejak kekalahan tersebut. Mengkandaskan juara bertahan Yunani dengan skor tipis 1 – 0, memastikan langkah ke delapan besar setelah membantai Swedia 2 – 0 dan puncaknya secara mengejutkan membungkam tim kuat Belanda dengan skor fantastis, 3 – 1. peningkatan grafik permainan yang tentu saja membuat Rusia mulai diperhitungkan saat menghadapi Spanyol di laga semalam. Sebaliknya, Spanyol menunjukkan grafik permainan yang menurun sejak kemenangan 4 – 1 melawan Rusia, hanya menang tipis 2 -1 saat melawan Swedia dan Yunani. Bahkan di quarter final, anak anak Aragonez ini gagal mencetak satu gol pun, dan kemenangan harus ditentukan lewat titik penalti. Tetapi Aragonez tentunya tidak mau diam, dan membenahi kelemahan kelemahan pasukannya. Dan terbukti, sejak menit awal pertandingan, Spanyol langsung menggebrak lewat tusukan sergio ramos dari sayap kanan, serbuan Fernando Torres yang berhasil di hadang Vasili Berezutski di jantung pertahanan Rusia yang menggantikan tugas Denis Kolodin yang tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning. Torres kembali meperoleh peluang lewat tendangan kerasnya , namun berhasil di jinakkan Akinfeev kiper Rusia. Akinfeev kembali berjibaku saat harus mengeblok tendangan Villa di tiang dekat, beberapa saat kemudian. Rusia juga memberi perlawanan, lewat tendangan bebas Pavlyuchenko, yang masih bisa ditepis Casillas. Kedudukan tetap imbang 0 – 0 di babak pertama. Di babak kedua, aragonez secara mengejutkan merubah formasi timnya. Menarik Villa dan memasang Cesc Fabregas. Dengan 5 midfielder dan satu striker murni, formasi menjadi 4 -3 -2 -1. dan hasilnya dahsyat, 5 menit setelah half time, Xavi memecah kebuntuan, menyambar bola passing dari Iniesta dari sebelah kiri dan menaklukan akinfeev yang terlambat bereaksi, 1 – 0 untuk Spanyol. 17 menit kemudian Spanyol memperbesar keunggulan lewat kerjasama rapi dari sisi kanan lapangan, hingga Fabregas berhasil mengirim umpan ke depan mulut gawang melewati pemain pemain Rusia, dan berhasil dikejar Guiza yang dengan kecerdikannya me lop bola memperdaya Akinfeev yang kalah cepat menyerbu bola. Fabregas kembali berperan di gol ketiga, lewat passing menyusur tanah yang dengan mudah diselesaikan David Silva mengoyak jala akinfeev, yang secara keseluruhan dijebol 7 kali oleh anak anak Matador selama Euro2008 ini. Dengan disaksikan Putri Leticia, ratu mereka, Spanyol akhirnya maju ke Final pertama mereka sejak tahun 1984 di ajang Euro ini. Dan apakah Jerman bakal menjadi korban selanjutnya ?? kita tunggu di final hari minggu nanti. Sekaligus penentuan siapa ‘pembunuh’ terdahsyat di Euro kali ini, David Villa yang masih unggul dengan 4 golnya, ataukah Podolski yang masih mengoleksi 3 gol. Bahkan peluang pun masih ada , meskipun kecil, bagi Ballack dan guiza yang masih mengemas 2 gol. Kita tunggu saja Spanyol vs Jerman !!

25 Juni 2008

Jerman vs Turki

(3 – 2)

(Schweinsteiger, 26, Klose, 79, Lahm, 90)

(Ugur Boral, 22, Semih Senturk, 86)

Basel – St Jakob Park Stadion

Gol Phllipp Lahm di menit akhir pertandingan membawa Jerman maju ke babak final Euro 2008 setelah mengkandaskan Turki dengan skor tipis, 3 – 2. Tidak seperti di dua pertandingan sebelumnya saat mengandaskan Republik Ceko dan Kroasia, dimana Turki mampu menciptakan gol dramatis di menit menit akhir hingga akhirnya berbalik menjadi menang namun di laga kali ini keajaiban gol dramatis di menit terakhir tidak mampu diciptakan anak anak Fatih Terim. Di menit awal pertandingan, Turki langsung menggebrak lewat Crossing Ugur, yang masih mampu di hadang oleh Metzelder. Dilanjutkan gempuran Kazim memanfaatkan Kecerobohan Lahm, mampu mengirim umpan ke Hamit Altintop, satu dari dua starter di Squad Turki yang lahir di Jerman, selain Hakan Balta, yang meneruskan ke Lehmann namun belum terjadi gol. Kazim kembali memperoleh peluang setelah Ayhan Akman berhasil memotong umpan Jerman dan disambut Kazim namun tendangan Kazim masih menghantam mistar. Di Menit 17 Jerman bangkit, lewat kerjasama Ballack dan Lahm namun belum menghasilkan apa apa. Malah sebaliknya di menit 22 Sabri Sarioglu melempar bola ke Ayhan yang dikembalikan dengan pantulan dada, dan Sabri mengirim crossing yang disambut Kazim dengan tendangan loop ke atas namun masih menghantam mistar, dan dengan tenang Ugur Boral mencocor bola liar tersebut melewati kaki Lehmann, membuat anak anak bulan sabit unggul sementara 1 – 0. Jerman langsung membalas lewat sundulan keras jarak dekat Schweinsteiger memanfaatkan umpan Podolski dari sisi kiri. Turki kembali berpeluang lewat tendangan bebas Hamit yang masih dapat ditepis Lehmann. Turki bermain luar biasa meskipun beberapa pemain kunci tidak dapat bermain karena cedera maupun akumulasi kartu kuning , namun gempuran Kazim, Hamit , Ugur dan Ayhan menyuplai bola ke Semih, mampu terus menerus merepotkan pertahanan Jerman. Keadaan ini sangat jauh berbeda di banding pertemuan terakhir mereka di Piala dunia 1954 di Swiss, dimana anak anak Jerman begitu mendominasi. Di pertengahan babak kedua Jerman mulai menunjukkan kualitasnya, hingga akhirnya di menit 79, Klose berhasil menambah pundi pundi golnya lewat sundulannya menyambut crossing jauh dari Lahm yang gagal diantisipasi Rustu Recber, pahlawan Turki saat adu penalti melawan Kroasia. Keajaiban gol di menit akhir kembali diperlihatkan anak anak Turki ketika menyamakan kedudukan di menit 86 lewat crossing Sabri yang dimanfaatkan Semih, menghajar Lehmann di tiang dekat. Gol ini sempat melambungkan harapan Turki untuk memperpanjang pertandingan dan mungkin maju ke final. Namun Jerman punya Phillipp Lahm yang menerobos pertahanan Turki memanfaatkan passing dari Thomas Hitzlperger dan menaklukkan Rustu di menit 90 sekaligus mengubur impian Turki untuk mencicipi final pertama di ajang Euro, yang hingga peluit akhir dibunyikan tidak mampu menyamakan kedudukan. Kemenangan ini memastikan Jerman berlaga di partai puncak menunggu calon lawannya Rusia ataukah Spanyol yang akan ditentukan malam ini.

Quarter Final

22 Juni 2008

Spanyol vs Italia

(0 – 0)

Penalti (4 – 2)

Wien – Ernst Happel Stadion

Dua kali penyelamatan Iker Casillas dalam drama adu penalti antara Spanyol dan Italiia, mengantarkan Spanyol maju ke babak semi final Euro 2008. Setelah bermain imbang tanpa gol di dua kali 45 menit dan dilanjutkan dua kali 15 menit di perpanjangan waktu, memaksa laga terakhir quarter final Euro2008 ini diselesaikan dengan adu penalti. “Kutukan” 22 Juni yang menghantui anak anak Spanyol, akhirnya berhasil mereka patahkan. Seperti yang kita tahu, tiga kali Spanyol gagal di perempat final diajang Internasional, ketiganya lewat adu penalti dan ketiganya terjadi di tanggal yang sama, 22 Juni !! David Villa mengawali eksekusi dengan tenang dan sempurna, gol awal di adu penalti yang tentu saja membangun mental squad Spanyol yang rata rata berusia muda. Fabio Grosso membalas dengan tendangan keras ke arah kiri yang meskipun dapat dibaca Casillas, namun laju bola masih terlalu deras. Santi Cazorla dan Marcos Senna pun menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun di sisi lain eksekusi Daniele de Rossi dan Antonio di Natale mampu dengan cemerlang di blok oleh Casillas. Meskipun Tendangan Daniel Guiza juga berhasil dipatahkan oleh Buffon, namun gol Cesc fabregas mengubur harapan sang Juara dunia untuk berlaga di semi final. Dengan hasil ini, Spanyol akan kembali dipertemukan dengan sosok yang pernah mengkandaskan tim matador ini di piala dunia korea – jepang, adalah Guus Hiddink yang dulu menukangi Korea Selatan saat mempecundangi Spanyol waktu itu. Namun kali ini Hiddink membawa pasukan yang berbeda, anak anak Beruang merah Rusia, tentunya dengan sentuhan khas Hiddink, Rusia akan menghadapi anak anak asuhan aragonez, satu satunya juara grup di Euro 2008 yang mampu melangkah ke semi final. Kita tunggu saja hasilnya.

21 Juni 2008

Belanda vs Rusia

(1 – 3)

(Van Nistelrooy, 86) (Pavlyuchenko, 56, Torbinski, 22 Ex, Arshavin, 26 Ex)

Basel – St. Jakob Park

Dua gol Rusia ke gawang Belanda di masa perpanjangan waktu ke gawang Belanda, menghentikan aksi impresif anak anak Belanda yang diunggulkan sebagai salah satu kandidat juara di Euro2008 ini. Anti klimaks…!!, itulah gambaran permainan tim Oranje di ajang Euro 2008 kali ini. Setelah tampil begitu impresif di fase penyisihan grup dengan 9 gol dan hanya sekali kebobolan, anak anak asuhan van Basten bermain jauh di bawah top form mereka di laga melawan Rusia ini. Anak anak Belanda yang memasang ban hitam di lengan mereka sebagai rasa turut berduka atas kematian bayi perempuan Bohlarouz, defender Belanda, sehari silam, tampaknya bakal memperpanjang masa berduka mereka karena kekalahan yang sama sekali di luar dugaan semua pihak ini. Rusia yang diarsiteki Guus Hiddink, yang sebelum pertandingan ini berlangsung, berkomentar siap untuk disebut sebagai pengkhianat bangsanya, membuktikan ucapannya itu. Sejak awal kick off, Pavlyuchenko dan kawan kawan tidak memberi kesempatan bagi Belanda untuk menampilkan permainan impresifnya, meskipun sebagian besar starting eleven Belanda kali ini dalam keadaan bugar karena sengaja disimpan di laga akhir fase grup. Rusia membuka peluang lewat tendangan yuri zhirkov, yang dengan susah payah berhasil ditepis van der sar. Dilanjutkan crossing Igor Shemsov dari kanan lapangan yang disambut Pavlyuchenko dengan sundulan yang masih melayang diatas mistar. Nistelrooy juga memperoleh peluang lewat sentuhannya meneruskan freekick van der vaart, namun belum menghasilkan gol. Andrei Arshavin, yang tidak bermain di dua laga awal, namun cemerlang membukukan gol di laga penentuan melawan Swedia, memperoleh peluang lewat solo runnya dan memaksa Van der Sar melakukan penyelamatan. Kiper jangkung itu kembali melakukan penyelamatan saat mampu menepis tendangan Kolodin. Anak –anak Oranje tidak tinggal diam. Bohlarouz mengirim umpan matang ke Nistelrooy, namun usaha Nistelrooy berhasil dipatahkan Akinfeev kiper Rusia, yang wajahnya sekilas mirip dengan kiper Spanyol, Casillas. Di babak kedua, Rusia kembali mendominasi serangan, lewat tendangan bebas Arshavin dan semenit kemudian di menit ke 56, Pavlyuchenko berhasil mengoyak gawang Van der sar, setelah sambaran kaki kirinya menyambut umpan Sergei Semak dari sayap kiri berhasil menyarangkan bola ke gawang. Sampai akhir babak kedua, tampaknya Belanda hampir kalah, tapi 4 menit menjelang bubaran, sundulan Nistelrooy menyambar freekick sneijder dan memaksa Akinfeev memungut bola dari jalanya sendiri, sempat memberi harapan baru. Kedudukan imbang mamaksa terjadinya extra time dengan sistem silver goal. Di babak pertama extra time Rusia tak berhenti melakukan serangan, lewat tendangan Shemsov yang mampu dipatahkan Van der Sar, dilanjutkan tendangan Arshavin dan Pavlyuchenko yang masih melebar dari gawang. Di babak kedua extra time, kedudukan masih tetap imbang, hingga petaka bagi Belanda terjadi di menit 20 Extra time saat crossing Pavlyuchenko disambar dengan tendangan volley Torbinski di mulut gawang Van der Sar. Gol itu membuat anak anak Belanda terutama lini belakang semakin frustrasi. Sang arsitek, van Basten pun tampak kebingungan melihat kondisi ini. Berbeda dengan Fatih Terim, pelatih Turki , saat melihat anak anak asuhannya hancur moralnya ketika tertinggal gol saat waktu hampir habis ketika Turki bentrok dengan Kroasia, Terim memerankan fungsi manajer dengan baik dengan tetap tenang dan terus memompa semangat asuhannya dan tetap memberi instruksi dari pinggir lapangan pada pasukannya yang tentu saja sudah sulit berpikir dalam kondisi seperti itu. Tapi tidak dengan arsitek Belanda Van Basten yang jelas tampak dari wajahnya menunjukkan kebingungan saat Torbinski membobol gawang Belanda, 10 menit menjelang waktu habis, jumlah waktu yang sebenarnya lebih dari cukup untuk membalas gol. Lini belakang Belanda yang malam itu tampil begitu rapuh terutama di sisi bohlarouz yang kemudian diganti Heitinga, kembali dimanfaatkan oleh Arshavin 4 menit sebelum laga usai, Arshavin lolos dari pengawalan dan menyontek bola ke gawang dan sempat sedikit dibelokkan arahnya oleh Heitinga sehingga Van Der Sar salah langkah. Gol yang semakin membuyarkan konsentrasi anak – anak Belanda yang seolah olah “dibiarkan” berkreasi sendiri tanpa instruksi dari pinggir lapangan oleh Van Basten yang malah duduk di bangku banch di 4 menit tersisa, karena kondisi yang semakin sulit itu. Hingga pertandingan usai kedudukan tidak berubah, 3 – 1 untuk kemenangan Rusia. Dengan kekalahan ini, Belanda menambah daftar panjang tim – tim yang berhasil menjuarai grup, namun gagal meraih trophi. Tercacat hanya prancis yang mampu melakukannya. Di Euro kali ini, mitos tersebut berlanjut setelah sebelumnya Portugal dan Kroasia gagal masuk ke semi final. Sementara Rusia hanya menunggu lawannya di semi final, Spanyoll yang sudah pernah membantai mereka di fase grup, ataukah Italia tim yang agak terseok di fase grup.

20 Juni 2008

Turki vs Kroasia

(1 – 1)

(Klasnic, 29 Ex) (Semih senturk, 30 + 2 Ex)

Adu Penalti Turki (3-1)

Vienna, Ernst – Happel Stadion

Prinsip “Permainan belum berakhir, sebelum peluit panjang dibunyikan wasit” , tampaknya benar benar merasuk ke jiwa anak anak Turki. Setelah di pertandingan sebelumnya juga secara dramatis menaklukkan Republik Ceko yang unggul 2 -1 sepanjang babak kedua, namun dua gol Nihat Kahveci di akhir babak kedua di menit 87 dan 89, membalikkan keadaan menjadi 2 – 3 untuk kemenangan Turki, dan turki pun lolos ke perempat final. Di perempat final, Turki meraih kemenangan dramatis melawan juara grup B, Kroasia lewat adu tendangan penalty, setelah sebelumnya sama sama tidak mampu mencetak gol di waktu normal dan di akhir babak 2 extra time kedua tim kembali bertukar gol. Di saat heading Ivan Klasnic berhasil menyarangkan bola ke gawang Turki satu menit sebelum masa perpanjangan waktu berakhir menyambut crossing Luka Modric. Kesalahan Rustu Recber yang keluar dari sarangnya berusaha menjemput bola sekitar 6 m di sisi kiri gawangnya, namun ternyata masih ada modric yang dengan cerdik mengangkat bola ke tengah dan dengan mudah Klasnic menyundul bola ke gawang yang ditinggal Rustu , anak – anak Kroasia seakan sudah yakin bakal melawan Jerman di semi final nanti. Namun kelengahan anak anak Kroasia dimanfaatkan Semih Senturk, yang secara dramatis mampu menyamakan kedudukan lewat tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti diantara kerumunan pemain belakang Kroasia, ketika permainan akan berakhir dalam hitungan detik. Hasil imbang 1 – 1 ini memaksa terjadinya adu penalti. Adalah kiper berusia 35 tahun, Rustu Recber, kiper legendaris Turki yang menentukan kemenangan dengan membuat penyelamatan gemilang atas tendangan penalti mladen Petric, membayar kesalahan atas terjadinya gol Klasnic di masa perpanjangan waktu, menyusul gagalnya tendangan penalti Luka Modric dan Ivan Rakitic. Rustu yang pernah bermain melawan Slaven Bilic, pelatih Kroasia di Euro 96, diturunkan Fatih Terim setelah kiper utama mereka Volkan Demirel, diganjar kartu merah di pertandingan sebelumnya. Tapi langkah Turki selanjutnya akan berat karena Turki akan bermain Tanpa Emre asik, Tuncay Sanli, Arda Turan dan Volkan Demirel saat melawan Jerman nanti, karena akumulasi kartu kuning.

19 Juni 2008

Portugal vs Jerman

(2 – 3)

(Nuno Gomez, 40. Helder Postiga, 87) –

(Schweinsteiger, 22, Klose, 26, Ballack, 61)

Basel – St. Jakob Park Stadion

Stadion St Jakob Park, menjadi saksi dahsyatnya bola bola udara Jerman saat membekuk juara grup A , Portugal, di pertandingan pertama Quarter Final Euro 2008. Mimpi terburuk pelatih Portugal, Luiz Felippe Scolari, sebelum laga ini berlangsung, tentang superioritas anak anak Jerman dalam duel bola –bola atas, menjadi kenyataan dalam pertandingan ini. Dua dari tiga gol Jerman tercipta dari sundulan kepala, yaitu gol Klose dan Ballack. Scolari yang telah membawa ‘generasi emas’ Portugal menjadi semi finalis di tahun 2000 dan runner up di tahun 2004, tentu saja ingin merasakan mengangkat ‘trophi Henri Delaunay ‘ tahun ini. Namun meskipun terdapat pemain terbaik dunia saat ini, Cristiano Ronaldo, di daftar squadnya, calon pelatih Chelsea ini masih harus mengubur dalam impiannya mengangkat trophi piala Eropa 2008. Laga pertama di quarter final ini dibuka dengan peluang Portugal lewat sontekan joao Moutinho menerima crossing dari Bosingwa, yang masih melebar dari gawang Jerman. Adalah Bastian Schweinsteiger, midfielder Jerman yang masih mempunyai ‘hutang’ besar terhadap tim nya di Euro kali ini saat dia mendapat kartu merah ketika Jerman bentrok dengan Kroasia, menjadi aktor penting kemenangan anak anak panser membekuk CR-7 dan rekan rekannya. Dan Schweinsteiger membayar lunas hutangnya di menit ke 22 saat sontekan kaki kanannya, menyambar crossing Podolski dari sisi kiri lapangan, tak mampu dihadang oleh kiper Ricardo. 1 – 0 untuk Jerman. Belum puas dengan gol itu, midfielder berambut pirang ini kembali mengarsiteki lahirnya gol kedua lewat assist freekick nya yang mengarah tepat menuju Klose, dan dengan keras menghunjamkan bola dengan kepalanya menengoyak gawang Ricardo untuk yang kedua di laga ini. 2 – 0 jerman unggul. 5 menit sebelum turun minum, Portugal memperkecil keunggulan Jerman lewat tendangan captainnya Nuno Gomez. Lewat umpan jauh Simao yang jatuh di kaki Ronaldo yang dengan tangguh mampu melewati Per Mertesacker, pengawal terakhirnya, dan mengirim shooting keras ke gawang Jerman, namun Lehmann masih mampu mengeblok tendangan tersebut. Tetapi masih ada Gomez yang menyambar bola liar hasil blok dari Lehmann, dan meskipun berusaha dihentikan oleh Metzelder, namun laju bola Gomez terlalu deras dan mengoyak gawang Jerman, 2 -1 Jerman masih unggul. Gol ke enam Nuno Gomez dalam tiga kali berturut turut penyelenggaraan putaran Final Euro. Prestasi yang hanya bisa diraih oleh Jurgen Klinsman, Thierry Henry dan Vladimir Smicer sebelum Gomez. Di babak kedua, Scweinsteiger yang pernah menyarangkan 2 gol ke gawang portugal, di Piala dunia 2006 silam, dan tampaknya bakal menjadi ‘musuh besar’ bagi Portugal, kembali menjadi arsitek lahirny a gol ke 3. lewat freekicknya mengarah ke Ballack, yang melepaskan diri dari pengawalan team-mate nya di Chelsea, Paulo Ferreira, dan mengirim heading keras dan menaklukkan Ricardo, yang harus memungut bola dari gawangnya untuk yang ketiga kali di malam ini. Nani yang dimasukkan Scolari, bekerjasama dengan Postiga berusaha memperkecil ketertinggalan dan di menit ke 87 harapan Portugal kembali muncul setelah heading Postiga menerima umpan dari Nani di sayap kiri, bersarang ke gawang Lehmann.. Namun harapan Portugal buyar sudah setelah peluit panjang dibunyikan dan hasil 3 – 2 untuk kemenangan Jerman tetap tidak berubah. Dengan hasil ini Jerman tinggal menanti Kroasia atau Turki di semi final nanti. Namun 2 gol ke gawang Jerman membuktikan bahwa barisan pertahanan jerman perlu pembenahan lagi. Jika tidak segera berbenah, bukan tidak mungkin langkahnya bakal terjegal di semi final nanti.

Matchday 3

Grup D

18 Juni 2008

Rusia vs Swedia

(2 – 0)

(Pavlyuchenko, 24, Arshavin, 50)

Innsbruck – Tivoli Neu Stadion

Tidak dimainkan di dua partai pertama laga Rusia, Andrei Arshavin membalas di partai penentuan dengan gol yang memastikan Rusia lolos ke quarter final. Swedia yang hanya membutuhkan nilai seri, karena memiliki selisih gol lebih baik dibanding Swedia, ternyata harus menerima kenyataan tersingkir dari Euro 2008. Roman Pavlyuchenko, kembali menjadi pencetak gol di Rusia di menit 24, menaklukkan kiper Isaksson. Gol kedua terjadi lewat kerja keras Zhirkov yang berhasil lolos dari pengawalan defender Swedia dan mengirimkan umpan crossing ke tengah dan disambut oleh Arshavin yang dengan mudah mencocor bola ke sisi kanan gawang Isaksson. Dengan kemenangan ini, Rusia harus bersiap menghadapi Tim orange Belanda di Basel, Sabtu nanti.

18 Juni 2008

Spanyol vs Yunani

(2 – 1)

(de la Red, 61, Guiza, 88) (Charisteas, 42)

Salzburg – EM Stadion Wals – Siezenheim

Spanyol berhasil meraih poin maksimal dengan berhasil mengkandaskan Yunani ke dasar klasemen dengan skor tipis 2 – 1. turun dengan lapis keduanya, Spanyol tetaplah Spanyol dengan serangan serangan khasnya. Yunani yang sudah dipastikan tersingkir di Euro 2008 tetap memberi perlawanan, bahkan unggul lebih dulu di menit 42 lewat Charisteas. Namun di babak kedua Spanyol membungkam Yunani dengan 2 golnya masing masing oleh Ruben de la Red pemain Real Madrid dan pemain real Mallorca David Guiza. Hasil yang sudah tidak berpengaruh bagi kedua tim, karena Spanyol dipastikan akan bentrok dengan Italia di Vienna hari Minggu nanti.

Grup C

17 Juni 2008

Italia vs Prancis

(2 – 0)

(Pirlo, 25 (Pen), De Rossi, 62)

Zurich – Letzigrund Stadion

Perebutan satu tiket tersisa ke Quarter final Euro 2008 di grup C antara Romania, Italia dan Prancis yang sama sama masih berpeluang, membuat dua pertandingan matchday 3 di grup neraka ini hasilnya saling berpengaruh. Italia dan Prancis, jika salah satu meraih kemenangan sekalipun, tetap harus melihat hasil pertandingan Belanda dan Romania, karena jika Romania menang, otomatis Itali dan Prancis akan tersingkir. Dan teka teki siapa yang bakal menemani Belanda ke babak selanjutnya terjawab sudah. Anak – anak asuhan Donadoni berhasil membekuk tim Prancis dengan skor 2 – 0. Juara dunia 2006 ini membuka gol di menit 24. adalah Andrea Pirlo yang dipercaya menjadi algojo penalti menyusul pelanggaran keras Eric Abidal ke Luca Toni di kotak terlarang, yang membuat wasit menunjuk titik putih dan sekaligus mengusir Abidal dari pertandingan ini. Pirlo berhasil melakukan tugasnya dengan sempurna, 1 – 0 untuk Italia. Petaka bagi Prancis sebenarnya dimulai sebelumnya di menit 10, saat Ribbery harus berhenti bermain karena cedera pada kaki kirinya. Samir Nasri pun diturunkan. Diusirnya abidal memaksa Domenech ,mau tak mau harus memasukkan defender dan mengorbankan pemain depannya. Dan pilihan jatuh pada Nasri, pemain pengganti, yang ternyata harus diganti lagi oleh Jean-alain Boumsong, sang defender. Di akhir babal pertama, berkali kali Toni memiliki peluang emas, namun tendangan tendangannya masih belum mengenai sasaran. Prancis juga mempunyai peluang, lewat Henry di menit 34, mengejar Passing Jeremy Toulalan, Henry meneruskan dengan tendangan yang masih belum mengenai sasaran. Babak pertama di tutup dengan tendangan bebas Fabio Grosso yang mengarah ke sudut bawah gawang, yang masih dapat diblok dengan susah payah oleh Coupet. Di babak kedua, bermain dengan 10 orang pemain, tak mengurangi serangan Prancis, lewat tendangan Benzema yang masih ditas sasaran dilanjutkan dua kali tendangan Henry yang dapat dimentahkan Buffon. Itali memastikan kemenangan di menit ke 62, saat tendangan bebas berjarak 30 meter oleh De Rossi yang sempat mengenai Henry, bersarang ke gawang Coupet yang sudah salah langkah. Berita kemenagna Belanda atas Romania membuat pesta kemengan ini berlanjut, karena dengan kekalhan Romania, otomatis Italia mengungguli poin Romania dan menemani Belanda ke quarter final. Namun, Pirlo dan Gattuso yang menerima akumulasi kartu kuning, tampaknya harus menjadi penonton saat timnya bentrok dengan Spanyol di Vienna tanggal 22 (waktu setempat) nanti.

17 Juni 2008

Belanda vs Romania

(2 – 0)

(Huntelaar, 54, Van Persie, 87)

Bern – Stade de Suisse

Gol Huntelaar dan Van Persie mengubur impian Romania untuk dapat berlaga di perempat final sekaligus membuat Belanda meraih point maksimal di fase penyisihan grup. Dengan superiornya di grup neraka ini, Belanda sebenarnya bisa saja menyingkirkan 2 tim yang memiliki tradisi juara, Italia dan Prancis, yang jika mereka lolos, bukan tidak mungkin dapat menjegal Belanda dengan mental juara mereka, di babak selanjutnya. Namun Belanda bukanlah tim kampungan yang gentar sebelum bertanding. Setiap lawan harus ditaklukkan dengan sportif, meskipun kemenangannya di laga ini dapat menguntungkan Italia, juara dunia 2006. Bermain dengan menyisakan Bohlarouz dan Engelaar di starting eleven nya, van basten tampaknya mempersiapkan formasi terbaiknya untuk quarter final nanti. Namun tim lapis 2 Belanda bukan orang sembarangan, ada Arjen Robben, Van Persie dan Huntelaar, nama nama besar yang harus diwaspadai Romania. Di babak pertama, Belanda banyak memiliki peluang lewat Huntelaar, sundulan van Persie dan tentu saja leawt Robben. Romania juga berpeluang lewat Mutu dan Paul Codrea. Gol pembuka belanda terjadi di menit 54, Huntelaar, memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Laga lain di Grup C yang memberitakan keunggulan Itali 2 -0 atas Prancis, membuat anak anak romania semakin frustrasi di pertengahan babak kedua. Dan akhirnya Gol van Persie di menit 87, membungkam Romania. Skor 2 – 0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Dengan hasil ini, Romania berada di peringkat ke 3 sedangkan Belanda menunggu lawan mereka di quarter final, Swedia ataukah Rusia, yang akan ditentukan hari ini.

Grup B

16 Juni 2008

Jerman vs Austria

(1 – 0)

(Ballack, 49)

Vienna – Ernst Happel Stadion

Jerman akhirnya berhasil meraih satu tiket ke perempat final Euro2008 setelah membekuk tim tuan rumah Austria dengan skor tipis, 1 – 0. Austria yang terakhir kali mengalahkan Jerman di tahun 1986 saat masih berbendera Jerman Barat, juga memiliki peluang untuk lolos ke perempat final. Namun Tim asuhan Josef Hickersberger ini harus mengubur impian mereka dengan hasil kekalahan itu. Adalah Seorang Ballack, yang membungkam publik tuan rumah lewat gol tendangan bebasnya di menit ke ke 49, yang lurus menembus pagar hidup pemain Austria dan gagal dijangkau Kiper Austria. Di babak pertama, tercatat dua peluang emas Jerman, lewat serbuan Gomez ke mulut gawang, menyambut Crossing Klose, namun Gyorgy Garics lebih cepat menghalau bola menjauh dari mulut gawang Jurgen Macho. Dilanjutkan tendangan geledek Podolski yang mampu dijinakkan Jurgen Macho. Namun dua pelatih dari 2 tim yang bermain harus meninggalkan lapangan karena diusir wasit. Namun setidaknya berkat gol tendangan bebas 25 meter dari Ballack tadi, mampu mengantarkan anak anak asuhan Low menghadapi Portugal di Quarter final nanti. Sementara Austria harus melanjutkan pesta Euro2008, hanya sebagai penonton saja.

16 Juni 2008

Kroasia vs Polandia

(1 – 0)

(Klasnic, 53)

Klagenfurt – Worthersee

Kroasia, yang sudah dipastikan lolos ke perempat final, memetik point maksimum setelah mengkandaskan Polandia , juga dengan skor tipis, 1 – 0. bermain dengan menurunkan tim lapis duanya, kroasia hanya menyisakan 2 dari starting elevennya. Salah satunya adalah Danijel Pranjic, arsitek terjadinya satu satunya gol di laga ini. Gol penentuan ini dibukukan oleh Ivan Klasnic di menit ke 53, menerima umpan dari Pranjic. Klasnic dengan stylish menaklukkan pengawalnya dan mengirim tendangan terukur ke tiang jauh, yang tak terjangkau oleh Boruc. Gol ini sekaligus menghentikan langkah Polandia di putaran final Euro2008 ini. Di fase Knock Out di Quarter final nanti, Kroasia akan bentrok dengan Turki, yang berhasil lolos sehari sebelumnya secara dramatis, menundukkan Rep. Ceko.

Grup A

15 Juni 2008

Swiss vs Portugal

(2 – 0)

(Hakan Yakin, 73, 81 (Pen))

15 Juni 2008

Turki vs Rep. Ceko

(3 – 2)

(Arda Turan, 75, Nihat Kahveci, 87, 89) ( Koller, 34, Plasil, 62)

Matchday 2

Grup D

14 Juni 2008

Swedia vs Spanyol

(1 – 2)

(Ibrahimovic, 34) (Torres, 15, Villa, 90 + 2)

Innsbruck – Tivoli Neu stadion

Drama kembali terjadi di matchday 2 pertandingan pembuka di Grup D Euro 2008, ketika David Villa menentukan kemenangan Spanyol atas Swedia, hanya ketika pertandingan akan segera berakhir hitungan detik lagi. Gol Villa di masa injury time itu tentu saja sangat berharga bagi Spanyol. Karena selain menentukan kepastian mendapat jatah tiket ke perempat final, sekaligus juga menentukan bakal menjadi juara grup di grup D ini, yang artinya akan menghindari pertemuan lebih awal di perempat final dengan tim dahsyat di Euro 2008 ini, yaitu Belanda. Karena Runner Up Grup D akan bertemu dengan juara Grup C yang diduduki Belanda. Spanyol yang tampil dengan The Winning Team nya saat mempecundangi Rusia dengan telak, 4 – 1, dengan menurunkan Xavi dan Iniesta di lapangan tengah, dan duet maut di depan Villa dan Torres. Namun di awal pertandingan justru Swedia lewat Ibrahimovic yang lebih dulu menggebrak dan sedikit merepotkan Puyol cs, di lini belakang Spanyol. Spanyol sejak awal pertandingan memang memiliki keunggulan dalam penguasaan bola, dengan tipe permainan mereka yang sabar, dengan umpan umpan pendek cepat dari kaki ke kaki dibanding Permainan Swedia yang lebih banyak mengandalkan pergerakan pemain dengan ataupun tanpa bola. Xavi dan Iniesta bersama Silva dan Senna, memang menguasai lapangan tengah, namun suplai ke Villa dan Torres sulit dilakukan karena pertahanan yang cukup disiplin dari pemain Swedia. Namun peluang sempat didapat iniesta lewat tendangan kerasnya, yang masih bisa ditahan oleh Isaksson, kiper Swedia. Di menit 15 petaka terjadi bagi Swedia, saat tendangan penjuru David Villa, dilakukan dengan pendek, dan disambut David Silva, yang kemudian mengirim umpan terukur ke depan gawang Isaksson dan torres yang berada di tengah menyambar crossing tersebut dengan kaki kanannya, menjebol sisi kanan gawang Swedia, 1 – 0 untuk Spanyol. Gol pertama Torres di putaran final Euro 2008 ini, membuat Swedia meningkatkan tempo serangan. Ketika tendangan keras Johan Elmander hanya menggetarkan sisi samping jala gawang Cassilas, setelah menerima umpan brilian dan penuh ketenangan dari Henrik Larsson dan mampu mengecoh 3 pengawalnya. Umpan khas Larsson saat membela Barcelona FC, merajai La Liga dan eropa 2 – 3 tahun silam, dan mengingatkan sentuhan – sentuhan tenang dan mengecoh khas pemain Barca yang lain seperti Ronaldinho, Eto’o dan Deco. Di menit 24, spanyol harus kehilangan Puyol di belakang yang cedera dan harus keluar, digantikan Albiol. Tanpa Puyol tentu saja lini belakang sedikit memiliki celah. Dan 10 menit kemudian, celah itu berhasil dimanfaatkan Ibrahimovic saat menerima umpan jauh dari Elmander, memanfaatkan lebar lapangan. Umpan yang sebenarnya gagal dikontrol oleh Ibra, namun Sergio Ramos ternyata juga gagal meghalau bola, sehingga bola tetap bergulir dan diambil dengan mudah oleh Ibrahimovic, melewati Sergio Ramos yang mencoba sekali lagi menahan dengan posisinya yang sudah terjatuh di bawah, dan dengan tendangan ke tiang jauh, mengelabui Iker Cassilas dengan mudah. Kedudukan menjadi imbang 1 – 1. hasil imbang tetap bertahan hingga akhir babak pertama. Di babak kedua, swedia yang mulai mendominasi serangan di akhir babak pertama, gagal memanfaatkan momentum gol Ibra, karena striker intermilan itu tidak bisa tampil di babak kedua karena cedera. Spanyol kembali memperoleh peluang lewat David Villa yang berlari menyambar bola liar pantulan Isaksson hasil dari tendangan keras Silva, namun saat kembali di passing ke tengah mengarah ke Torres, tendangan Torres mampu di blok oleh anak – anak Swedia. Kiper swedia itupun harus menerima perawatan karena mukanya berbeturan keras dengan lutut Villa saat dengan keberanian tinggi, menyongsong serbuan villa yang berlari kencang. Di menit 68, giliran Marcos Senna dengan tendangan kerasnya yang masih bisa dijinakkan oleh Issaksson. Hasil imbang tampaknya akan diraih kedua tim ini, namun Swedia harus gigit jari, karena di masa injury time, ketika tinggal hitungan detik permainan akan berakhir, dengan cerdik Capdevilla mengirim umpan jauh di sisi kiri lapangan, jatuh tepat di kaki Villa dan dengan tenang membuat gol keempatnya di Euro2008 ini, menaklukkan Isaksson. Kemenangan yang semakin membuatSpanyol jadi tim favorit Euro kali ini.

14 juni 2008

Rusia vs Yunani

(1 – 0)

(Zyryanov, 33)

Salzburg – EM Stadion Wals – Siezenheim

Langkah juara bertahan, Yunani akhirnya terhenti di Euro2008 ini, menyusul kekalahan mereka atas rusia 0 – 1. Rusia yang dipartai sebelumnya dibantai Spanyol 1 – 4, mau tak mau harus meraih poin penuh untuk menjaga peluang ke perempat final. Peluang didapat di menit ke 14 saat tendangan Pavlyuchenko harus ditip dengan susah payah oleh Nikopolidis. Dilanjutkan shooting keras Yuri Zhirkov yang masih menyamping dari gawang. Yunani juga mempunyai peluang di menit 20 saat Charisteas gagal memaksimalkan crossing dari free kick Angelos Basinas. Kemelut tersebut berhasil diamankan midfielder Rusia Igor Shemsov, meskipun bola sempat mengenai wajahnya. Petaka terjadi di menit 33 saat Nikopolidis dengan cerobohnya meninggalkan sarangnya, mengejar bola crossing Bilayetdinov yang menuju daerah 5 – 6 m di sisi kiri gawang, namun sergei semak yang berdiri lebih dekat, dengan cerdik melambungkan kembali bola ke tengah dan zyryanov dengan mudah menyarangkan bola ke gawang yang kosong ditinggal kipernya, 1 – 0 untuk Rusia. Di babak kedua, Pavlyuchenko kembali merepotkan pertahanan Yunani. Yunani membalas lewat Basinas yang shooting kaki kirinya masih terbang di atas mistar gawang, di menit ke 55. hasil 1 – 0 tetap bertahan hingga permainan usai. Hasil ini mengantarkan Yunani untuk menyusul swiss dan austria, menyingkir dari Euro2008 ini. Sementara jatah tiket tersisa bakal direbutkan Rusia dan Swedia di pertemuan terakhir.

Grup C

13 Juni 2008

Italia vs Romania

(1 – 1 )

(Panucci, 56)(Mutu, 55)

Zurich – Letzigrund

Pertandingan pertama di matchday 2 grup C Euro2008, mempertemukan juara dunia Italia dengan Romania. Romania yang di pertandingan sebelumnya berhasil menahan imbang Prancis tanpa gol, tentunya memiliki kepercayaan diri yang lebih dibandingkan Italia yang pada pertandingan sebelumnya dibantai Belanda 3 gol tanpa balas. Kekalahan atas Belanda memaksa Donadoni merombak total formasi timnya terutama bagian belakang yang dianggap lemah saat menghadapi keganasan sistem total football modern, yang diusung anak-anak asuhan Van Basten. Tidak tanggung-tanggung, 5 perubahan dibuat pelatih tim Azzuri tersebut, salah satunya adalah memainkan Striker Senior, Del Piero sebagai starter. Coach Romania pun tidak begitu saja membiarkan formasi timnya yang di pertandingan pertama hanya berbagi angka sama dengan Prancis 0 – 0. Victor Piturca memperbaiki midfield nya dengan mamasang satarter baru yaitu Florentin Patre dan Pemain yang merumput di Italia bersama AC Siena, Paul Codrea. Sosok Paul Codrea yang merumput di Italia, dan tentunya hafal betul dengan karakter permainan Italia, tentu saja diandalkan oleh Piturca. Perombakan lini belakang Italia, diuji di menit awal babak pertama saat tandukan Adrian Mutu masih belum terarah ke gawang. Del Piero, yang kehilangan tempat sebagai starter sejak September yang lalu, membalas dengan sundulan kerasnya, namun masih memantul melebar. Tidak berapa lama berselang dalam rentang waktu selama 4 menit tidak tanggung tanggung, 3 peluang bersih didapatkan Romania. Lewat tendangan keras Mutu yang berhasil diblock secara brlian oleh Buffon. Kemudian Gabriel Tamas lewat free kick nya, namun sekali lagi Buffon berhasil menyelamatkan. Yang terakhir, tendangan bebas jarak jauh Chivu, yang sempat memantul Panucci, namun sedikit melebar di gawang Buffon. Kemajuan yang pesat dari anak-anak Romania, dibandang saat melawan Prancis dulu, semakin terasa, saat Piturca harus mengganti pemain depan Mirel Radoi, yang cedera dengan gelandang serang Nicolae Dica, di menit ke 25. Meskipun Romania mendominasi serangan, namun Italia juga memiliki peluang terutama lewat Luca Toni yang selalu memenangkan duel di udara, yang salah satunya harus ditip keluar dengan susah payah oleh Lobont, kiper Romania. Di babak kedua Mutu kembali mendapat peluang namun lagi-lagi Buffon masih terlalu tangguh. Namun petaka terjadi menit 55 saat sundulan back pass Zambrotta, winger Barca yang bakal dijual ke AC Milan, sangat lemah bergulir ke Buffon, sehingga dengan kecepatannya, Mutu berhasil mencuri back pass tersebut dan akhirnya menaklukkan Buffon, 1 – 0 untuk romania. Pesta pendukung Romania ternyata hanya berlangsung satu menit. Di menit ke 56, Panucci berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulannya menyambut heading Crossing dari Chielini yang mendapat umpan dari sepak pojok. Permainan kembali berimbang, hingga Romania mendapat peluang emas untuk meraih point penuh, setelah Panucci dianggap melanggar Niculae di kotak terlarang. Mutu yang melakukan eksekusi penalti, kembali harus berhadapan dengan Buffon. Namun sekali lagi, penyelamatan dramatic Buffon dengan menerkam ke sisi kiri gawang sambil mengeblok bola dengan tangan dan kaki kanannya, membuat Romania membuang peluang meraih point penuh. Hasil imbang ini membuat persaingan merebut satu jatah tiket perempat final yang tersisa di Grup neraka ini semakin ketat, mengingat Prancis yang kemain bermain seri, dibantai Belanda di matchday 2. penentuan siapa yang bakal menemani Belanda yang dipastikan lolos ke perempat final, masih harus ditentukan lewat Matchday 3.

13 Juni 2008

Belanda vs Prancis

(4 – 1)

(Kuyt, 9, Van Persie, 60, Robben 72, Sneijder, 90 + 2) ( Henry, 71)

Bern – Stade de Suisse

Fantastis…!! , kembali grup neraka grup C Euro 2008, menyajikan bigmatch nya Belanda vs Prancis. Pertandingan yang menggambarkan dahsyatnya kekuatan total football modern yang diusung anak-anak Belanda. Setelah menggilas dengan 3 gol tanpa balas ke gawang Juara Dunia 2006, Italia di pertandingan sebelumnya, kemarin giliran Runner Up world Cup 2006, Prancis , yang harus merasakan ampuhnya talenta talenta muda Belanda, dengan skor yang juga tak kalah telak, 4 – 1. van Basten yang di matchday 1 menggunakan formasi 4-2-3-1 nya, merubah menjadi 4-3-3, menyusul sembuhnya Robben. Di menit-menit awal Prancis mendominasi serangan lewat Henry dan Riberry. Namun gol justru diraih tim orange lewat Dirk Kuyt hasil sepak pojok Van der vart. Di menit ke 30 sampai menit 45, prancis meningkatkan serangannya, dan peluang emas dihasilkan masing-masing oleh Henry, tendangan keras Ribbery, Shooting jarak jauh Govou maupun usaha dari Malouda, yang semuanya dimentahkan secara fantastis oleh kiper jangkung van der sar. Di babak kedua, Prancis kembali memperoleh peluang emas. Di menit ke 54, Henry yang lolos dari kawalan back Belanda, tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Van der Sar, namun bola lopnya masih sedikit lebih tinggi dari mistar gawang Belanda. Van Persie dimasukkan Basten, hasilnya luar biasa, Counter attack Belanda kembali memakan korban. Kecepatan robben menyusur lapangan kiri dilanjutkan assist nya ke Persie yang tinggal mencocor bola ke gawang Coupet, kembali menggetarkan jala gawang Prancis, 2 – 0. Henry tak tinggal diam lewat sentuhan kaki kiri khasnya, sempat memperkecil ketinggalan menjadi 2 – 1. namun Robben , pemain 24 tahun ini, menunjukkan kualitasnya lewat gol cantik kelas dunia di menit ke ke 72, mengoyak gawang Coupet lewat sudut sempit. Pesta Belanda belum usai, giliran Sneijder menembak dari tepi kotak penalti di masa injury time, dan memaksa Coupet kembali harus memungut bola dari gawangnya. Kemenangan yang sekaligus memastikan satu tiket ke perempat final, sementara satu jatah tiket lagi harus diperebutkan ketiga peserta lainnya di grup neraka ini. Prancis harus saling bunuh dengan Italia, sementara Romania hanya butuh hasil seri melawan Belanda, jika partai lainnya berakhir seri. Namun harus mendapat point penuh saat melawan Belanda, jika tak ingin tiket melayang ke Prancis atau Italia, jika partai Prancis kontra Italia, berakhir dengan kemenangan di salah satu pihak. Jika Romania kalah saat melawan Belanda, dan partai italia berakhir imbang dengan Prancis, tentunya produktivitas gol akan berperan sebagai penentu. Kita tunggu saja di Matchday 3.

Grup B

12 Juni 2008

Jerman vs Kroasia

(1 – 2)

(Podolski, 79)(Darijo Srna, 24, Ivica Olić, 62)

Klagenfurt – whorthersee stadion

Kroasia memastikan diri sebagai tim kedua yang mendapat tiket ke perempat final Euro2008 menyusul Portugal, setelah kemenangan atas tim panser Jerman 2 – 1. Dengan masing masing memperoleh kemenangan sebelumnya di Matchday 1, membuat kedua tim sadar, kemenangan di laga ini akan mengamankan jalur mereka ke perempat final. Laga di Whorthersee Stadion ini berlangsung cukup ketat. Slaven Bilić, pelatih Kroasia, tampaknya memperkuat lapangan tengah dengan memasang Ivan Rakitić di tengah menggantikan pemain depan Mladen Petrić dan mendorong Niko Kranjčar bermain agak ke depan. Sementara Jerman masih mengandalkan kedua sisi sayap mereka. Di menit ke 24 Darijo Srna berhasil membuat Kroasia unggul, setelah lepas dari pengawalan Marcell Janssen dan menyambar crossing dari rekannya Danijel Pranjic di tiang jauh. Jerman hampir membalas, namun sundulan Mario Gomez hasil crossing dari janssen, masih belum mengenai sasaran. Jerman memiliki banyak peluang lewat tendangan bebas Ballackdan lewat sundulan Christoph Metzelder yang belum menghasilkan gol. Di babak kedua, Low menarik janssen dan memasang winger Odonkor. Pergantian ini membuat Jerman sedikit unggul dalam pengusaan bola. Namun petaka terjadi di menit ke 62, saat tendangan keras Rakitic dari sisi kiri pertahanan Jerman, berhasil di blok oleh Lehmann, namun bola memantul ke tengah kotak penalti dan dengan mudah disarangkan Olic yang berdiri tanpa pengawalan di kotak penalti, ke gawang Jerman yang kosong ditinggal Lehmann yang belum kembali ke posisinya. Jerman sempat memperkecil keunggulan dengan gol tendangan volley keras dari Podolski di menit ke 79. gol yang membawa Podolski memuncaki daftar top scorer bersama David Villa dengan 3 gol. Jerman sempat bangkit lewat gol itu, namun petaka kembali terjadi setelah Schweinsteiger diusir keluar lapangan karena melanggar Jerko Leko. Kekalahan ini membuat Jerman minimal bermain seri saat memainkan laga terakhir melawan Austria.

12 Juni 2008

Austria vs Polandia

(1 – 1)

(Vastic, 90 + 3(Pen))(Guerreiro, 30)

Grup A

11 Juni 2008

Portugal vs Rep. Ceko

(3 – 1)

(Deco, 8, C. Ronaldo, Quaresmo, 90 + 1)(Sionko, )

11 Juni 2008

Turki vs Swiss

(2 – 1)

(Semit Senturk, Arda Turan, )( Hakan yakin)

Matchday 1

Grup D

10 Juni 2008

Spanyol vs Rusia

(4-1)

Villa 20, 44, 75. Fabregas 90 + 1

Pavlyuchenko 86

Innsbruck – Tivoli neu stadion

Pertandingan pembuka di grup D antara Spanyol dan Rusia menyuguhkan tontonan kualitas yang cukup tinggi. David Villa dan kawan kawannya membabat Rusia dengan skor meyakinkan, 4 – 1. bukan Cuma itu, David Villa menunjukkan kelasnya sebagai bomber haus gol dengan hattrick nya ke gawang rusia. Hattrick striker Valencia 26 tahun ini sekaligus menjadi hattrick pertama setelah hattrick Pattrick Kluivert 8 tahun silam saat mempecundangi Yugoslavia di ajang Euro 2000. Villa sekaligus mencatatkan dirinya di jajaran daftar pemain pembuat hattrick dalam sejarah putaran final Euro, yang hanya berisi 7 pemain termasuk David Villa. Spanyol tampil dengan ciri khas La Liga nya yaitu permainan cepat umpan umpan pendek dari kaki ke kaki, teknik permainan yang juga diusung Barcelona FC saat merajai La Liga dan Eropa 2 – 3 tahun silam. Tidak heran jika ‘nafas’ Barca ada di tim Spanyol, karena Aragones memasang lapangan tengah nya dengan Punggawa punggawa barca, seperti Xavi Hernandes dan Andres Iniesta. Barisan depan pun bukan pemain sembarangan, ada Fernando Torres striker muda Liverpool dan David Villa yang selalu masuk jajaran atas top scorer di la liga. Gol pembuka Spanyol lahir dari kerja keras torres menggocek bola hasil passing intersepsi dari Capdevilla, menyisir sisi kanan pertahanan Rusia hingga masuk area penalti dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan penjaganya, Denis Kolodin. Dengan “Body ball” nya yang kuat, Villa berhasil melewati Kolodin dan berhadapan langsung dengan Igor Akinfeev, sang kiper. Dengan cerdiknya Torres mengelabui Akinfeev dengan tidak melepas tembakan, tapi mengirim bola ke sisi tengah, dan dengan mudah Villa menyocor bola ke gawang yang sudah ditinggal kipernya, 1 – 0 untuk spanyol. Duet maut ini belum selesai, dalam 6 menit sejak gol pertama, tercatat torres dan Villa memiliki 3 peluang emas, yang dua diantaranya harus di blok dengan susah payah oleh Akinfeev. Rusia bukan tanpa perlawanan, lewat Pavlyuchenko sesekali merepotkan Puyol dan kawannya, bahkan salah satu tendangan kaki kirinya membentur mistar gawang. Di menit 44, gol kedua Villa terjadi, Zyranov yang berusaha mengirim passing yang terlalu dipaksakan, langsung ke kotak penalti spanyol, dengan mudah diantisipasi David silva, dan dengan kecepatan tinggi menggebrak ke depan lewat passing passing cepat antara Silva, Capdevilla dan Iniesta. Sementara Villa dibiarkan berlari ke depan dan menjadi target terakhir menyambut umpan matang Iniesta dan menyelesaikan permainan cantik spanyol itu dengan melesakkan bola diantara kaki Akinfeev . di babak kedua giliran rusia dengan permainan frontal dan cepat, merepotkan Cassilas dengan umpan silang zyranov di menit 51, disusul tendangan Bilayetdinov 8 menit kemudian yang sedikit melebar ke samping gawang. Aragones tidak tinggal diam, Fabregas segera dimasukkan dan megistirahatkan Torres, untuk sedikit memperkuat lapangan tengah. Villa sempat nyaris membuat hattrick di menit 66, tapi takle Anyukov berhasil menggagalkannya. Namun tidak menunggu lama, di menit 75 akhirnya Villa membuat hattrick pertama di putaran final Euro 2008. aragones pun memasukkak Xabi alonso di akhir babak, untuk bergabung di pesta spanyol. Tapi hantaman bahu yang keras Pavlyuchenko ke muka Cassilas tampaknya cukup menurunkan performa Casiillas terutama refleknya, terbukti di menit 86 lewat sundulan kerasnya, Pavlyuchenko menyarangkan bola melesat di atas kepala Casiillas yang gagal mengantisipasi bola tersebut karena refleknya terlambat. Namun semangat Rusia yang sempat membumbung tinggi lewat gol itu, harus kembali terhenyak, setelak di masa injury time, Fabregas berhasil melengkapi kemenangan spanyol ,menjadi 4 – 1. hasil yang cukup menunjukkan bahwa Spanyol patut diperhitungkan di putaran Final euro2008 ini.


10 Juni 2008

Yunani vs Swedia

(0-2)

Ibrahimovic 67, Hansson 72

Salzburg – EM Stadion Wals- Siezenheim

Juara bertahan Yunani harus mengakui ketangguhan Swedia yang diperkuat striker Intermilan, Zlatan Ibrahimovic, dengan skor 0 – 2, di pertandingan pertama grup D Euro 2008. Mengusung materi pemain yang tidak jauh berbeda dengan materi pemain saat menjadi juara Euro 4 tahun silam, otto rehhagel pelatih Yunani, memainkan pola permainan yang sama saat menghadapi Swedia kemarin. Dengan pola pertahanan yang ketat dan bertahan jauh di dalam, dengan sesekali mencari saat yang tepat untuk melakukan counter attack, Rehhagel mampu menjadikan “dewa –dewa “ Yunani begitu perkasa dan akhirnya menjadi juara di Euro Portugal 2004, tim yang saat itu sangat tidak masuk hitungan sebagai unggulan juara saat itu. Melawan swedia, di babak pertama, pola bertahan yang cukup disiplin jauh ke dalam area permainan sendiri, tampaknya cukup efektif menahan gempuran serangan ibrahimovic dan rekan rekannya. Meskipun Yunani unggul dalam penguasaan bola yaitu 55 %, namun Swedia bermain dengan cukup efektif, karena memang penguasaan bola Yunani sebagian besar berkutat di setengah lapangan mereka sendiri. Playmaker swedia andress svensson menjadi kunci dalam pertandingan ini, dengan mampu memenangi pertempuran di lapangan tengah dan mampu membagi bola dengan passing yang 79 % sampai ke target, dibandingkan seterunya , Giorgos karagounis yang hanya mampu mem-passing bola sebanyak 64 % yang mencapai target. Di babak pertama pun, Swedia lebih banyak mempunyai kesempatan dibandingkan yunani. Di menit ke 32, Svensson berhasil mengirim passing ke Ibrahimovic yang melanjutkan dengan tendangan yang membentur mistar gawang. 11 menit kemudian playmaker berusia 31 tahun tersebut kembali mengirimkan “trough ball” passing ke Christian wilhemsson yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Antonis Nikopolidis, kiper Yunani, namun tembakan Wilhelmsson masih jauh diatas sasaran. Akhirnya di babak ke dua Ibrahimovic memecah kebuntuan dengan men-drive bola ke gawang nikopolidis dari tepi kotak penalti, di menit ke 67 hasil kerjasama dengan Larsson. Gol yang cukup melegakan bagi Ibrahimovic karena sejak Oktober 2005, tercatat terakhir kali striker Inter tersebut menyarangkan bola ke gawang lawan , di ajang internasional. Dan 13 penampilan bersama Swedia setelah itu, tidak satupun gol berhasil dibukukannya. Dan di menit 67 itulah penantian panjang Ibra untuk melesakkan gol internasional, berakhir. 5 menit kemudian, Hansson menambah kemenangan dengan golnya di menit ke 72, menyambar bola liar hasil penyelamatan Nikolpolidis dari tendangan Ljungberg, mengarah ke tiang jauh. Rehhagel pun mencoba berspekulasi dengan mengganti Defender Traianos Dellas dengan Striker Gianni Amanatidis. Usahanya hanya mendapatkan sebuah tembakan shot on goal ke gawang Swedia. Dengan kemenangan ini, menjadi modal bagi Swedia untuk melawan spanyol di pertandingan berikutnya yang memuncaki peringkat grup D dengan selisih gol. Sementara Yunani mau tidak mau harus menang di parati berikutnya untuk mempertahankan trofi yang dipegangnya sejak 4 th silam.

Grup C

9 Juni 2008

Prancis vs Romania

(0-0)

Zurich – Letzigrund Stadion

Prancis, tim multi etnis, yang merupakan salah satu tim unggulan di Euro 2008 kali ini hanya mampu bermain imbang melawan Romania dengan skor 0 – 0. Berada di grup neraka bersama Prancis, Belanda dan Italia, mau tak mau Romania yang lebih tidak diunggulkan di grup ini harus mampu mencuri poin untuk mengamankan peluang lolos ke babak selanjutnya. Pada laga ini, Prancis turun tanpa diperkuat striker andalan mereka Thiery Henry yang kondisinya sedang tidak fit. Barisan depan skuad Ramon Domenech yang ditempati oleh Benzema, Anelka dan Ribery membuka peluang lewat sundulan Anelka menyambut crossing Ribery, yang masih belum mengenai sasaran. Disusul Malouda yang berhasil lolos menyambut umpan Makelele, namun tendangannya masih diatas gawang Bogdan Lobont. Romania pun bukan tanpa peluang, lewat tendangan Daniel Niculae yang masih menyamping dan lewat tendangan Adrian Mutu yang masih terlalu mudah bagi kiper prancis, Coupet. Christian Chivu yang ditarik agak ke tengah, bersama Răzvan Cociş dan Mirel Rădoi berhasil menutup setiap ruang di depan 4 back mereka, sehingga membuat .penyerang-penyerang prancis agak frustrasi. Di akhir babak kedua, Domenech menurunkan Bafetimbi Gomis dan Samir Nasri, namun kedudukan tetap tidak berubah. Melihat laga kemarin, tampaknya lini depan Prancis masih membutuhkan sosok Trezeguet dengan pengalamannya yang cukup matang, namun tidak diikutkan dalam squad prancis di Euro 08 ini.

9 Juni 2008

Belanda vs Italia

(3-0)

Ruud van Nistelrooy, 26

Wesley Sneijder, 31

Van Bronckhorst, 79

Bern – Stade de Suisse

Spektakuler…!! Itulah kata yang tepat menggambarkan laga perdana grup C antara Belanda vs Italia, yang berakhir dengan skor telak 3 – 0 untuk kemenangan Belanda.. Salah satu partai yang ditunggu-tunggu sejak pengundian grup yang lalu, menyuguhkan tontonan yang cukup menarik. Itali yang sedikit diunggulkan di laga ini, agak memeiliki beban mengingat predikatnya sebagai juara dunia harus menghadapi Belanda yang bermain tanpa beban. Absennya bintang-bintang di kedua tim seperti arjen robben di Belanda dan Cannavaro di Italia sedikit banyak berpengaruhterhadap kondisi tim. Namun absennya Arjen Robben tidak mengurangi dominasi Belanda di lapangan tengah. Dengan Formasi 4-2-3-1 De Jong dan pemain muda berbakat Engelaar mampu mengontrol tempo dengan umpan-umpan akurat ( 78 % bagi Engelaar dan 84 % bagi De Jong). Tandem mereka Vander vart dan Sneijder pun bermain nyaris sempurna, sehingga lapangan tengah Italia yang dihuni trio Milan, ambrossini, Pirlo dan Gattuso kesulitan menyuplai bola ke barisan depan Italia. Italia yang berformasi 4-3-3 juga lemah disisi belakang. Tanpa cannavaro yang tidak bermain karena cedera, Matterazzi dan Barzagli, yang menggantikan posisi Cannavaro, terlalu memberi ruang bagi Nistelrooy dkk. Gol pertama terjadi di menit ke 26, setelah sontekan Nistelrooy di mulut gawang gagal diantisipasi Buffon. Pemain Italia sempat protes, mengira “Van The Man” dalam posisi offset, namun ternyata masih ada Pannuci di samping luar gawang buffon yang masih terjatuh setelah berjibaku mengamankan bola. Gol kedua dan ketiga adalah buah dari strategi baru tim orange, yaitu counter attack. Dengan set pieces dan didukung umpan yang cukup akurat strategi ini tampaknya cukup berhasil. Setelah menghalau bola di mulut gawangnya Bronckhorst secara tiba-tiba melakukan overlapping menyisir sisi kiri lapangan, sesuai ciri khasnya di Barca, dan mengirim unpan yang sangat akurat menyilang ke sisi kanan mendekati kotak penalti dan disambut Dirk Kuyt dengan heading yang sempurna ke tengah, dan dengan tendangan half volley, sneijder berhasil menaklukkan buffon dengan gol yang indah. Gol ketiga tidak jauh berbeda, setelah Van der sar berhasil menepis tendangan bebas Pirlo, counter attack kembali dilakukan anak-anak Belanda, kali ini sundulan Bronckhorst yang berdiri tanpa kawalan dengan mudah melesak ke gawang Buffon yang kehilangan posisi setelah melakukan penyelamatan sebelumnya. Hasil 3 – 0 ini merupakan kekalahan terburuk sementara di penyisihan grup Euro 2008 kali ini, sekaligus mematahkan dominasi Italia selama 30 th atas Belanda.

Grup B

8 Juni 2008

Austria vs Kroasia

(0 – 1) , Luka Modric 4 (Pen)

Vienna Ernst Happel Stadion

Tuan Rumah Euro 2008, Austria harus mengikuti jejak Co-Host nya , Swiss, setelah di pertandingan pertama nya harus menyerah 0 – 1 melawan Kroasia. Kroasia yang harus tampil di Euro tanpa pemain andalan mereka, Eduardo da Silva yang mengelami cedera retak tulang sejak bulan Februari lalu, menunjukkan kelasnya sebagai “penyingkir” team Inggris di ajang kualifikasi Euro, dengan mengalahkan Austria. Gol terjadi di menit keempat lewat penalti Luka Modric, setelah sebelumnya Ivica Olic dijatuhkan di area terlarang oleh Rene Aufheser. Penalti tercepat sepanjang sejarah penyelenggaraan putaran Final Euro ini tidak disia-siakan Luka Modric, midfielder yang baru saja dibeli Tottenham Hotspurs dengan harga 21 juta euro ini dan menjadi satu satunya gol yang tercipta di pertandingan ini. perolehan 3 poin ini sekaligus menjadi modal untuk melawan Jerman di putaran berikutnya.

8 Juni 2008

Jerman vs Polandia

(2 – 0) , Lukas Podolski 20, 72

Klagenfurt – whorthersee stadion

Dua gol striker Jerman kelahiran Polandia, Lukas Podolski membawa jerman meraih 3 point kemenangan atas Polandia di pertandingan putaran pertama Grup B Euro 2008 ini. Gol pertama terjadi di menit ke 20 setelah dengan tenang, Podolsky menyarangkan bola dengan kaki kirinya ke gawang Boruc, setelah mendapat umpan “tidak egois” dari Klose. Seolah olah ingin menghormati leluhurnya, Podolski tidak terlalu berlebihan dalam melakukan selebrasi gol tersebut. Jerman memang terlalu tangguh bagi Polandia, di menit ke 72, dengan volley kaki kirinya Podolski memanfaatkan bola liar tendangan Klose yang sebelumnya gagal mengeksekusi bola dengan sempurna dan hanya memelintirkan bola keatas. Podolski berada di tempat yang tepat dan dengan tendangan kaki kirinya kembali memaksa Boruc mengambil bola dari dalam gawangnya. Kemenangan Jerman ini sekaligus membawa Jerman memuncaki klasemen Grup B untuk sementara sekaligus menempatkan Podolski untuk sementara memuncaki daftar top scorer putaran final Euro 2008.

Grup A

7 Juni 2008

Swiss vs Republik Ceko

(0 – 1) ,Sverkos 71’

Basel- St Jakob Park

Genderang perang Euro2008 telah ditabuh.., diawali dengan opening ceremony yang cukup indah dan dilanjutkan partai pembuka antara tuan rumah swiss kontra Republik Ceko. Di awal-awal pertandingan, Swiss masih mampu mengimbangi pasukan Rep. Ceko yang tidak diperkuat oleh pemain kunci mereka Thomas Rosicky. Peluang- peluang banyak didapatkan, namun kiper Ceko, Petr Cech masih terlalu tangguh di bawah mistar gawangnya. Dan tragedi pun terjadi, Alexander Frei, kapten Swiss,harus menangis saat meninggalkan lapangan karena cedera yang dialaminya memastikan dia tidak akan bisa memperkuat team nya lagi di Euro2008 ini. Tragedi belum berakhir, di menit ke 71, Václav Svěrkoš membuyarkan pesta pembukaan tuan rumah Swiss setelah lolos dari pengawalan tiga defender Swiss dan menaklukkan kiper Swiss dengan sontekan kaki kanannya. Gol ini sekaligus menjadi gol pembuka di ajang euro2008 kali ini.

8 Juni 2008

Portugal VS Turki

(2 – 0)

Pepe 61’

Raul Meireles 90 + 3’

Geneve – stade de geneve

Portugal berhasil meraih point penuh di pertandingan perdananya di euro 2008 setelah melumat turki dengan skor 2 – 0. Laga yang berlangsung di stade de geneve menunjukkan bahwa portugal masih terlalu tangguh buat Turki. dua gol indah oleh pepe di menit 61 hasil kerjasama satu – dua dengan nuno gomes dan gol pemain pengganti, Raul Meireles di masa injury time membawa Portugal sementara menduduki puncak klasemen grup A dan Republik Ceko di posisi kedua, disusul berturut turut tuan rumah Swiss dan Turki.

Berikut Klasemen Sementara dan Daftar Pencetak Gol /Top Scorer Euro2008


11 Responses to “Laporan Hasil Pertandingan Piala Eropa 2008/ Euro 2008”


  1. 3 Ridwan
    Rabu, 11 Juni 2008 pukul 7:44 am

    Tq, qta tunggu updatenya Om…!

  2. Jumat, 13 Juni 2008 pukul 11:19 pm

    Gak pernah nonton mas, abiz larut bgt hiksss🙂

  3. Sabtu, 14 Juni 2008 pukul 6:33 pm

    Mohon maaf hari ini Update agak terlambat, karena kesibukan pekerjaan saya di dunia nyata, harap maklum…🙂

  4. 8 cyn
    Rabu, 18 Juni 2008 pukul 12:01 am

    wuih. asik banget reviewnya, jadi serasa flash back *halah*

    semoga…….
    Portu vs Netherland @ final *ngarep* hehehehehe

  5. 9 bron..
    Senin, 23 Juni 2008 pukul 11:30 pm

    FINAL IDEAL TURKEY VERSUS RUSIA

  6. Minggu, 13 Juli 2008 pukul 7:10 pm

    wooooo euro ne wis kukut pakdhe… hehe😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: